Kremlin Moskow, pusat kekuasaan pemerintah Rusia yang mengeluarkan kebijakan kontroversial ini.

Isu Global 25 Mei 2026

Rusia Resmi Labeli Gerakan LGBT Internasional sebagai Organisasi Ekstremis dan Teroris

Pemerintah Rusia kembali mengambil langkah yang menuai perhatian dunia internasional dengan secara resmi memasukkan "gerakan LGBT internasional" ke dalam daftar organisasi ekstremis dan teroris. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Agung Rusia yang sebelumnya menetapkan gerakan tersebut sebagai organisasi ekstremis berdasarkan hukum yang berlaku di negara itu.

Pencatatan resmi dilakukan oleh lembaga pengawas keuangan Rusia, Rosfinmonitoring. Sebagai otoritas yang memiliki kewenangan dalam pengawasan transaksi keuangan, lembaga ini dapat membekukan rekening dan aset pihak-pihak yang tercantum dalam daftar organisasi ekstremis dan teroris.

Langkah terbaru ini dinilai semakin memperluas pembatasan terhadap komunitas LGBT di Rusia. Dalam satu dekade terakhir, pemerintah Rusia telah menerapkan berbagai regulasi yang memperketat aktivitas, kampanye, serta penyebaran informasi yang dianggap berkaitan dengan promosi LGBT. Kebijakan tersebut kerap menjadi sorotan karena dinilai berdampak pada ruang gerak kelompok minoritas seksual dan gender di negara tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Rusia berpendapat bahwa kebijakan itu bertujuan menjaga nilai-nilai sosial dan budaya yang dianut masyarakat setempat. Namun, sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi dampaknya terhadap kebebasan sipil dan hak individu.

"
Keputusan ini diperkirakan akan terus memicu perdebatan di tingkat global, sekaligus menjadi salah satu isu penting dalam pembahasan mengenai hak asasi manusia dan kebijakan sosial di Rusia.
"