Selat Hormuz Rute Strategis

Selat Hormuz menjadi jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak dunia.

Diplomasi Internasional 21 Juni 2026

Iran Belum Buka Selat Hormuz Meski MoU Damai dengan AS Ditandatangani, Tuntutan Teheran Belum Dipenuhi

Iran menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan Amerika Serikat belum dapat dianggap sepenuhnya berlaku meskipun kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara virtual pada 17 Juni 2026. Pemerintah Iran menilai masih ada sejumlah syarat penting yang belum dipenuhi oleh pihak Amerika Serikat dan sekutunya sebelum proses normalisasi hubungan dapat berjalan lebih jauh.

Teheran secara khusus menyoroti berlanjutnya serangan Israel ke wilayah Lebanon yang dinilai bertentangan dengan semangat perdamaian yang sedang dibangun. Selain itu, Iran juga menuntut pencabutan penuh blokade laut yang selama ini menjadi salah satu sumber ketegangan di kawasan Timur Tengah. Tuntutan lain yang diajukan adalah penarikan seluruh pasukan Amerika Serikat dari kawasan Teluk Persia sebagai bentuk komitmen nyata terhadap stabilitas regional.

Karena berbagai tuntutan tersebut belum dipenuhi, Iran memutuskan untuk tetap menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia. Keputusan ini berpotensi memengaruhi pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak dari kawasan Teluk.

"
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan penjelasan resmi terkait penundaan pertemuan lanjutan yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Swiss. Situasi ini membuat masa depan implementasi kesepakatan damai antara kedua negara masih dipenuhi ketidakpastian dan menjadi perhatian masyarakat internasional.
"